Senin, 17 Desember 2012

Rendah Hati Dalam Islam

Rendah hati (Tawadhu) dalam Islam, "Tiada satu pun karunia yang di peroleh seseorang yang bersikap rendah hati (tawadhu) kepada allah, Kecuali 
Allah meninggikan derajatnya." (HR Muslim).

Hal diatas menjamin ganjaran yang bakal diterima seseorang jika tawadhu. Menghilangfkan kesombongan,Tinggi hati,merasa hebat,dan saegudang penyakit hati lain nya.
Rasulullah Saw bersabda, "Tidak masuk surga orang yang di dalam hati nya terdapat kesombongan walaupun seberat biji sawi."  (HR Abu Dawud)

Manusia di ciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Pemahaman yang benar terhadap hal tersebut seharusnya tidak melahirkan orang kaya yang merasa lebih hebat di banding yang lainnya. Pejabat
merasa lebih terhormat ketimbang rakyat biasa, kiai merasa lebih benar daripada  santrinya, atau generasi tua merasa lebih tahu ketimbang yang muda.

Hadist di atas seharusnya cukup membuat kita sadar dan takut. Shalat,puasa,zakat,haji dan segudang amal shaleh lainnya tidak menjamin kita masuk surga jika di dalam hati kita masih ada setitik kesombonga.
Hal ini di kisahkan dalam hadist riwayat Ibnu Majah. Di ceritakan seseorang yang gemetar ketakutan ketika 
menemui Rasulullah Saw yang dipersepsikan sebagai raja diraja. Rasulullah Saw bersabda, "Sungguh hina engkau. Sesungguhnya, aku bukanlah seseorang raja. Aku hanyalah anak seorang wanita yang memakan dendeng di mekah. "

Subhanallah, betapa agungnya ketawadhuan Nabi Saw. Muhammad bin Abdullah yang seorang Nabi,kepala negara,kepala pemerintahan,raja,panglima militer,pengusaha sukses,pendidik dan manusia yang di jamin masuk surga tidak membuatnya sombong sedikit pun. Ketawadhuan beliau patut diteladani dan di ikuti.
seperti telah di sebut dalam al-qur'an surat al- Ah-Zab ayat 2, " Sesungguhnya, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang berharap rahmat allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut ALLAH SWT.

Marilah membuang jauh-jauh keombongan dalam menjalani hidap yang singkat ini, seberapapun hebatnya kita. Karena itu, buat apa kita angkuh atau sombong dalam bertingkah laku di masyarakat. . . .??????
Untuk itu marilah kita tumbuhkan semangat tawadhu atau rendah diri dan saling menghargai orang lain. 
Selalu dan berdo'a kepada allah agar kita senantiasa dijadikan sebagai orang yangtawadhu, murah hati, dan selalu bertindak terpuji di lingkungan sekitar kita. *

Itulah yang dapat saya jelaskan secara singkat dan mungkin banyak kekurangan dalam pos ini.
maklum ajah, saya baru pemula membuat kaya ginian,,,,
maka dari itu, saya mengharap kritik dan saran anda yang mungkin bisa membantu saya untuk memperbaiki nya lagi. 

Semoga bisa bermanfaat untuk saya pribadi dan orang lain....amiiin 
sumber  : Ketika Hati Bersimpuh (Hery Sucipto)



Terima kasih atas kunjungn dan kepercayaan Anda,,,,,,!!!!!

Pos by :  

1 komentar: